Kota Bekasi membutuhkan lahan untuk dijadikan kawasan pemakaman
sebagai antisipasi makin minimnya lahan makam di tempat pemakaman umum
(TPU) Perwira kecamatan Bekasi Utara yang diperkirakan pada 2010 sudah
penuh. “Makam yang ada sekarang peninggalan dari kabupaten Bekasi.
Sejak menjadi kota sendiri, Bekasi belum pernah menambah makam untuk
warga setempat yang meninggal,” kata kepala dinas Pertamanan, pemakaman
dan penerangan jalan umum (PPPJU) kota Bekasi, Nandi Surjakandi, di
Bekasi, Senin (6/7).
Lahan makam yang ada sekarang seluas enam hektare
untuk blok Muslim hampir penuh. Untuk nonmuslim kondisinya juga hampir
sama. Setiap hari jumlah yang dikuburkan mencapai 4-8 orang. Warga kota
Bekasi biasanya menggunakan makam Perwira sebagai tempat peristirahatan
terakhir dan hanya sedikit warga yang menguburkan di makam keluarga
dengan menyediakan sendiri lahannya. Dalam mencari alternatif makam
baru, pihaknya telah mendapat lokasi yang dinilai cukup memadai di
daerah Pedurenan, kecamatan Mustika Jaya, dan di Jatisari dengan kontur
tanah yang memiliki banyak lembah. “Lokasi yang pas ada di Pedurenan.
Kami sudah menganggarkan dana sebesar Rp4 Miliar melalui APBD kota untuk
pematangan lahan tetapi ditolak dewan dengan dalih belum terlalu
penting,” ujarnya. Ia memperkirakan bila 2010 dana tersebut tidak juga
disetujui, maka kemungkinan makam yang ada dan tidak jelas identitas
mayat atau keluarganya akan ditumpuk dengan makam baru. “
Ada beberapa
makam yang tidak dikenal seperti korban kecelakaan lalu lintas, pelaku
kejahatan, korban pembunuhan dan temuan mayat tanpa identitas yang
dimakamkan di TPU Perwira,” tegasnya. (Ant/OL-04)
Sumber: www.mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar